Entah kapan aku mulai bersahabat dengan malam
Berdendang bersama jutaan bintang
Menarikan kicauan kelelawar
Di depan kilauan kunang-kunang
Kedamaian malam yang membuatku nyaman
Sepi senyap yang ku nikmati sendiri
Tak ada lagi keindahan tangan yang memetik gitar
Bersenandung lagu yang sering ku dengar
Indahnya adalah malam
Yang menelan semua kelam
Dan ku telah tenggelam
Semakin lama semakin dalam
Lalu semuanya menjadi hitam
Di depan mataku yang suram
Thursday, 6 March 2014
Wednesday, 12 February 2014
Hujan Pergilah
Lagi, aku ingin hujan pergi. Lagi, aku ingin melihat matahari. Bosan rasanya melihat langit kelabu sepanjang hari. Melihat langit terus menerus menangis seperti membuatku juga ingin menangis. Tidak, aku tidak sedang sedih. Aku hanya sedang bosan, sedang jenuh seperti udara jenuh dikala hujan.
Aku ingin sekali pergi menghilang untuk sementara. Mungkin ke dalam bumi. Atau ke atas langit. Mungkin ke dasar lautan. Aku ingin pergi, melarikan diri, hanya sebentar saja, aku ingin pergi dari kubangan tempatku terus menerus memikirkanmu.
Beberapa waktu yang lalu ku pikir aku telah mulai sedikit menyukai hujan. Ku pikir hujan sedikit demi sedikit melarutkan rasaku untukmu. Tapi yang terjadi alih-alih dia membawa mu pergi bersamanya, hujan malah semakin membenamkan diriku dalam kubangan ini, kubangan yang semakin dalam menenggelamkan diriku pada keterpurukan kerena kehilanganmu.
Apakah kau berpikir bahwa diriku sangat menyedihkan? Semua ini salah hujan, jangan kau menyalahkan ku. Salahkan saja hujan, paling-paling dia akan marah dan menjatuhkan diri lebih deras. Angin sesekali akan membela hujan. Membuat siang seakan malam.
Baiklah, aku akui itu adalah salahku, hujan tidak salah. Dia hanya menyebalkan. Dia selalu berhasil membuatku basah. Aku benci dengan air. Entahlah, mungkin karena aku tidak pernah bisa menggenggam air. Ah, karena hujan datang hampir pada setiap sore aku merasa sangat kehilangan moment dikala senja. Senja dikala hujan tidak berarti apapun untukku. Aku ingin melihat senja langit merah saat hari cerah karena saat itu aku teringatkan lagi alasanku jatuh cinta padamu.
Oh, tolong kembalikan matahariku.
Memantaskan Diri
Pernahkah kamu merasa tidak pantas untuk seseorang? Pernahkah kamu merasa tidak pantas untuk siapapun? Dalam hal ini yang aku maksud adalah lawan jenis kita. Atau sebaliknya, pernahkah kamu merasa seseorang itu tidak pantas untukmu? Aku, tentu saja pernah, karena itulah aku menulis ini.
Aku pernah merasakan keduanya, merasa tidak pantas untuk seseorang dan merasa seseorang tidak cukup pantas untukku. Baiklah, semua orang tentu menginginkan seorang pendamping yang terbaik dan pantas untuk kita. Suatu kali aku pernah sangat menyukai seseorang. Seseorang itu, di mataku dulu, adalah seorang yang mungkin hanya akan muncul sebagai kekasihku dalam mimpiku. Tak pernah terbayangkan sebelumnya dia akhirnya menjadi kekasihku. Dulu, aku merasa amat tidak pantas untuknya. Karena banyak hal, dia terlihat sangat berkilau dibanding denganku. Tetapi pada akhirnya dia menjadi kekasihku untuk beberapa waktu. Selama berhubungan dengannya, aku berusaha memantaskan diriku untuknya. Hingga sampai pada suatu waktu aku menyadari bahwa dia tidak lagi seberkilau dulu. Dan kini, ku pikir dia tak pantas untukku lagi. Tapi jangan salah, aku mengakhiri hubunganku dengannya bukan karena aku merasa demikian, memang kita ada masalah. Pada waktu yang lain, aku merasa beberapa orang tidak pantas untukku sehingga sebisa mungkin aku menolak dan menyangkal mereka. Maafkan aku, tapi aku memang tipe pemilh, jadi aku benar-benar akan memilih seseorang yang cukup pantas untukku.
Sesungguhnya, aku lebih senang berada dalam posisi yang tidak pantas. Aku ini amat suka hal-hal berbau tantangan dan pembuktian. Jadi dengan berada di posisi yang tidak pantas untuk seseorang, aku memiliki motivasi yang tinggi untuk menjadi lebih baik lagi dan membuktikan pada orang bahwa aku pantas.
Beberapa waktu terakhir ini aku menyukai seseorang. Seseorang yang sudah sangat mendekati kekasih idamanku. Mungkin saja kau tau orangnya. Telah ku tulis banyak hal tentangnya. Oke pada intinya dia itu sangat emmh apa ya, berkilau, jauh jauh jauh lebih berkilau dari seseorang yang sebelumnya ku ceritakan. Aku bilang dia itu hampir sempurna untukku. Dan ku pikir dengannya aku bisa menggapai semua mimpi-mimpiku. Mimpi-mimpi ku bahkan yang paling mustahil. Dia sosok yang paling tepat. Dan masalah itu muncul kembali. Meskipun dia sudah sangat pantas untukku, aku tidak cukup pantas untuknya. Pada akhirnya kali ini aku benar-benar hanya mampu menjadikannya kekasih dalam mimpiku. Meskipun demikian, seperti layaknya aku, aku tidak akan menyerah begitu saja. Bukan berarti aku akan mengejarnya mati-matian sampai aku mendapatkannya, tetapi aku tidak akan menyerah untuk sekali lagi memantaskan diriku. Sebagai patokannya adalah dia. Aku akan memantaskan diriku sehingga aku bisa dengan bangga berdiris sejajar dengannya. Dan aku sudah bertekad, aku akan berusaha memantaskan diriku.
Dan untuk seseorang, cobalah juga untuk memantaskan dirimu untukku. Bila sudah tercapai titik dimana kau merasa kau pantas untukku, datanglah lagi padaku. Mari kita sama-sama berusaha untuk memantaskan diri menjadi yang terbaik demi mendapatkan yang terbaik. Sungguh, yakinlah semua akan indah nanti pada akhirnya :)
Wednesday, 8 January 2014
tak akan bisa lupa
kembali berjalan
memutar-mutar
lewati jalan berbatu terjal
berulang kali ku terjunggal
berlari sekuat kaki mengejar
kenangan
bukannya aku ingin
bahkan sebenarnya aku benci
sebisa mungkin berpaling
layaknya jalanku yang terus berputar
seirama lagu yang berkisah tentangmu
terekam sempurna dalam memoriku
tak ada yang terlupa, sedikitpun
Monday, 9 December 2013
Sampah Serapah
Sampah-sampah selalu saja bersebaran tak keruan
Sering tak pada tempatnya
Sungguh mengotori dan tidak sedap dipandang mata
Aku mencoba memungutinya satu per satu
Mengumpulkannya menjadi satu
Hanya saja aku tak tahu harus aku apakan sampah ini
Apa aku buang begitu saja di tempat sampah?
Kucing hanya akan mengaduk aduknya
Dan sisanya akan digerayangi bakteri pembusuk
Lalat akan berdatangan karena tergoda aromanya
Itulah sampah serapah
Seperti halnya semua yang pernah kau ucapkan padaku
Sumpah serapahmu yang kau pungkiri
Yang kini kau tinggalkan begity saja
Membuat hatiku hancur berserakan, berantakan
Meskipun telah aku kumpulkan pecahannya
Tetap tak mungkin aku bisa mengembalikannya seperti semula
Semua tergeletak begitu saja seperti sampah
Sungguh aku tak tahu lagi harus bagaimana
Aku tak tahu harus aku apakan serpihan hatiku yang hancur
Sampah serapahku
Sering tak pada tempatnya
Sungguh mengotori dan tidak sedap dipandang mata
Aku mencoba memungutinya satu per satu
Mengumpulkannya menjadi satu
Hanya saja aku tak tahu harus aku apakan sampah ini
Apa aku buang begitu saja di tempat sampah?
Kucing hanya akan mengaduk aduknya
Dan sisanya akan digerayangi bakteri pembusuk
Lalat akan berdatangan karena tergoda aromanya
Itulah sampah serapah
Seperti halnya semua yang pernah kau ucapkan padaku
Sumpah serapahmu yang kau pungkiri
Yang kini kau tinggalkan begity saja
Membuat hatiku hancur berserakan, berantakan
Meskipun telah aku kumpulkan pecahannya
Tetap tak mungkin aku bisa mengembalikannya seperti semula
Semua tergeletak begitu saja seperti sampah
Sungguh aku tak tahu lagi harus bagaimana
Aku tak tahu harus aku apakan serpihan hatiku yang hancur
Sampah serapahku
BUMI dan LANGIT
Aku lihat disini bumiku hanya hijau
Entah bumimu, berwarna warni selayak pelagi
Yang aku lihat di bumiku mahoni yang mengakar
Entah bumimu, pohon-pohon beton yang mencakar
Kupu-kupu pohon besi berkejaran dengan angin
Entah bumimu, kotak-kotak besi berjejelan dijalanan tak sabar
Sungguh, tak pernah terbayangkan olehku
Untuk menukar bumiku dengan bumimu
Kemudian aku melihat ke atas, kepada langit
Awan hitam menggelayut siap bertumpah
Kedatangan hujan selalu berhasil menyumbang senyum cerah
Entah langitmu, hujan hadir malah disebut musibah
Hujan pun selesai dengan tugasnya, digantikan langit cerah
Entah langitmu, angkasa selalu diselubungi asap mobil mewah
Malam datang dan bintang-bintang berpesta dengan megah
Entah langitmu, bintang telah seutuhnya jatuh ke tanah
Meninggalkan langit kosong yang kini sewarna darah
Kita bertumbuh seperti bumi dan langit
Karena bahkan bumi dan langit kita
Bagai bumi dan langit
Entah bumimu, berwarna warni selayak pelagi
Yang aku lihat di bumiku mahoni yang mengakar
Entah bumimu, pohon-pohon beton yang mencakar
Kupu-kupu pohon besi berkejaran dengan angin
Entah bumimu, kotak-kotak besi berjejelan dijalanan tak sabar
Sungguh, tak pernah terbayangkan olehku
Untuk menukar bumiku dengan bumimu
Kemudian aku melihat ke atas, kepada langit
Awan hitam menggelayut siap bertumpah
Kedatangan hujan selalu berhasil menyumbang senyum cerah
Entah langitmu, hujan hadir malah disebut musibah
Hujan pun selesai dengan tugasnya, digantikan langit cerah
Entah langitmu, angkasa selalu diselubungi asap mobil mewah
Malam datang dan bintang-bintang berpesta dengan megah
Entah langitmu, bintang telah seutuhnya jatuh ke tanah
Meninggalkan langit kosong yang kini sewarna darah
Kita bertumbuh seperti bumi dan langit
Karena bahkan bumi dan langit kita
Bagai bumi dan langit
Thursday, 28 November 2013
Sunday, 24 November 2013
Langit Senja Merah
semua hal berpasang pasangan
semua pasangan adalah lawan
suatu ketika matahari hadir
bersama kabut dan dinginnya pagi
disambut oleh hangatnya kopi
dan bersiaplah melawan hari
aku hadir dalam setiap senja
menjadi saksi padamnya hari
mati surinya matahari
pada suatu titik ketika langit memerah
selayaknya awal yg selalu berakhir
seperti langit senja merah tanda matahari beranjak
bersiap menyambut malam terang berbintang
karena selalu ada langit cerah setelah langit senja merah
aku, ingin menikmati setiap senja tersisa bersamamu
hingga senja pula usia kita
Thursday, 7 November 2013
Demi Mendapatkan Sekuel Winnetou ikutan Melody's November Giveaway
Melody's November Giveaway
Selama November, Melody akan membagikan 3 hadiah yang digilir per 10 hari. Cek di sini >> http://el-ovio.blogspot.com/2013/10/november-giveaway-hop.html
Periode Pertama (31 Oktober -9 November 2013)
Hadiah: Winnetou dari Visimedia
Cara: Isi Rafflecopter Melody's November Giveaway
Pengumuman Pemenang: 10 November 2013
Periode Kedua (10-19 November 2013)
Hadiah: Mystery Book 1 dari aku (diungkap 10 November 2013)
Cara: Isi Rafflecopter Melody's November Giveaway (peserta Periode Pertama ikut diundi, kecuali pemenang)
Pengumuman Pemenang: 20 November 2013
Periode Ketiga (20-29 November 2013)
Hadiah: Mystery Book 2 dari aku (diungkap 20 November 2013)
Cara: Isi Rafflecopter Melody's November Giveaway (peserta Minggu Pertama & Kedua ikut diundi, kecuali pemenang)
Pengumuman Pemenang: 30 November 2013
Jadi, kalau kamu belum menang pada satu kesempatan, jangan bosan kembali ke blognya untuk ikut kesempatan berikutnya ;)
Periode Pertama (31 Oktober - 9 November 2013)
"Apa yang dipikirkan Old Shatterhand, semoga juga dipikirkan oleh Winnetou, dan apa yang diinginkan oleh Winnetou, semoga juga diinginkan oleh Old Shatterhand." --Intschu-tschuna, Kepala Suku Apache.
Uff, uff, celaka dua belas! Dalam kondisi terluka parah akibat bertarung dengan Winnetou, Old Shatterhand ternyata dibawa oleh pejuang Suku Apache ke perkampungan mereka di Rio Pecos. Meskipun pada mulanya Old Shatterhand bersama Sam Hawkens berniat menyalamatkan Winnetou dan Intschu-tschuna, Kepala Suku Apache, dari aksi balas dendam Suku Kiowa, kesalahpahaman malah membuat Old Shatterhand ditawan dengan ancaman hukuman mati!
Bagaimana Old Shatterhand menghadapi kemelut ini?
Winnetou: The Wild West Journey adalah sekuel novel Old Shatterhand yang menjadi giveaway di blog ini bulan lalu. Visimedia bersedia memberikan satu novel Winnetou untuk satu orang yang beruntung. Caranya, seperti biasa, isi rafflecopter di bawah.
Hadiah Winnetou akan dikirim oleh Visimedia kepada pemenang dengan alamat di Indonesia. Apabila pemenang tidak memberikan alamatnya hingga 2x24 jam sesudah nama pemenang diumumkan, kami berhak memilih pemenang lain. Pemenang tidak diwajibkan tapi diharapkan membuat review buku ini.
Tuesday, 22 October 2013
bahagiaku mencintaimu
kamu memang sangat mudah untuk dicintai. kamu memang sangat pantas
diperjuangkan. tapi sayang aku tak punya senjata untuk berperang
Aku sunggung mencintaimu. Aku yakin dengan itu. Seandainya bisa, aku ingin berteriak memanggil namamu, meneriakkan sekencang mungkin perasaanku padamu. Sungguh aku telah jatuh cinta padamu, langit senjaku.
Aku tak menyesal telah jatuh cinta padamu. Oh, bodoh sekali orang yang tidak jatuh cinta padamu. Kau begitu sempurna...
Aku mencintaimu, dan ku pikir cukuplah kau tau itu. Aku tidak mengharap banyak kau akan membalas perasaan ku. Aku mencoba memahamimu, dan aku tidak ingin menjadi beban untukmu. Meskipun sungguh aku berharap kau mau menerima perasaanku, tapi itu tidak lah penting. Aku lebih berharap kau akan bahagia mengejar mimpi-mimpi indah yang sudah kau rencakan. Aku akan membunuh diriku sendiri jika aku berani merusaknya, sungguh. Aku sangat berharap kau bahagia dan semua mimpi-mimpi mu itu dapat terwujud. Aku tak bisa memberikan apa-apa selain hati dan doaku, semoga selalu menyertai kemanapun kakimu melangkah. :)
Aku sunggung mencintaimu. Aku yakin dengan itu. Seandainya bisa, aku ingin berteriak memanggil namamu, meneriakkan sekencang mungkin perasaanku padamu. Sungguh aku telah jatuh cinta padamu, langit senjaku.
Aku tak menyesal telah jatuh cinta padamu. Oh, bodoh sekali orang yang tidak jatuh cinta padamu. Kau begitu sempurna...
Aku mencintaimu, dan ku pikir cukuplah kau tau itu. Aku tidak mengharap banyak kau akan membalas perasaan ku. Aku mencoba memahamimu, dan aku tidak ingin menjadi beban untukmu. Meskipun sungguh aku berharap kau mau menerima perasaanku, tapi itu tidak lah penting. Aku lebih berharap kau akan bahagia mengejar mimpi-mimpi indah yang sudah kau rencakan. Aku akan membunuh diriku sendiri jika aku berani merusaknya, sungguh. Aku sangat berharap kau bahagia dan semua mimpi-mimpi mu itu dapat terwujud. Aku tak bisa memberikan apa-apa selain hati dan doaku, semoga selalu menyertai kemanapun kakimu melangkah. :)
Subscribe to:
Posts (Atom)

